Selasa, 22 Mei 2012

tugas tentang alfred schutz

ALFRED SCHUTZ
Schutz dan Fenomenologi Husserl
Schutz, yang lahir di Vienna tahun 1899 dan meninggal di New York tahun 1959, sangat terpesona pada karya-karya Weber dan Husserl. Teori-teorinya cenderung berciri Weberian, kental dengan ajarannya Weber, terutama yang menyangkut action atau tindakan. Meskipun Schutz berkecimpung di dalam dunia akademik dan banyak menghasilkan karya-karya sosiologi dan filosofi, tetapi kalangan intelektual tetap menganggapnya sebagai seorang sosiolog yang tanggung, karena teori-teori sosiologinya dianggap sangat abstrak dan tidak relevan dengan realitas keseharian, yaitu kenyataan yang sesungguhnya dihadapi manusia. Schutz memang pantas berutang budi pada Weber dan Husserl. Ia memang berupaya keras untuk menjelaskan ajarannya Weber melalui fenomenologi yang dikemukakan oleh Husserl. Bagi Schutz, pengetahuan yang diperoleh manusia itu didapat melalui pengalaman inderawi semata dengan menggunakan ‘saringan’ kesadaran mental (mental consciousness). Demikian juga mengenai eksistensi orang lain, termasuk di dalamnya berbagai nilai dan norma, serta semua benda fisik, dapat diidentifikasi melalui berbagai pengalaman inderawi yang direkam di dalam kesadaran manusia. Bila semua berdasarkan pemahaman dan kesadaran, lalu bagaimana dengan eksistensi ilmu pengetahuan? Bagaimana mengukur keberadaan dunia nyata ini? Bagaimana pula ilmu pengetahuan dapat mengukur dunia nyata atau dunia keseharian? Berkaitan dengan hal itu, ada beberapa pertanyaan fenomenologis yang sangat mendasar, yaitu apa sesungguhnya sesuatu yang nyata itu? (What is real?), apa yang sebenarnya yang ada di dunia ini? (What actually exists in the world?), dan apakah mungkin mengetahui sesuatu yang ada itu? (How is it possible to know what exists?) Fenomenologi Schutz memang condong ke arah sosiologi yang kajiannya memfokuskan kepada dunia sosial yang mempertemukan ajaran Weber dengan konsep Husserl, di mana intersubjektivitas atau realitas subjektif yang tercipta dalam interaksi individu dianggapnya unsur yang paling penting di dalam realitas sosial.

Fenomenologi Schutz
Sekali lagi, Schutz memang berhutang budi pada Husserl dan Weber, di mana atas jasa kedua orang itu Schutz dapat ‘mengawinkan’ antara fenomenologi transendental Husserl dengan konsepnya Weber mengenai verstehen. Konsep Schutz mengenai dunia sosial sesungguhnya dilandasi oleh kesadaran (consciousness) karena menurutnya di dalam kesadaran itu terdapat hubungan antara orang (orang-orang) dengan objek-objek. Dengan kesadaran itu pulalah kita dapat memberi makna atas berbagai objek yang ada. Tindakan sosial yang dimaksudkan oleh Schutz sebenarnya merujuk kepada konsepnya Weber dan sementara itu konsep intersubjektivitas Husserl juga sangat kental terasa. Di mana intersubjektivitas dianggap oleh Schutz sebagai suatu konsep atau model yang ideal yang menggambarkan pengetahuan atau pengalaman kita di dalam dunia keseharian. Bagi Schutz memang pengetahuan mengenai dunia sosial itu merupakan pengetahuan yang sifatnya inderawi belaka dan tidak lengkap, tidak akan pernah utuh, karena kemampuan indera manusia dalam menyerap pengetahuan itu memang memiliki keterbatasan. Fenomenologi memang memfokuskan pada pemahaman dan pemberian makna atas berbagai tindakan yang dilakukan seseorang atau orang lain di dalam kehidupan keseharian sehingga fenomenologi memang merupakan pengetahuan yang sangat praktis serta bukan merupakan pengetahuan yang sifatnya intuitif dan metafisis. Sosiologi memang termasuk ke dalam pengetahuan yang sifatnya praktis tadi karena sosiologi dapat memberikan penjelasan mengenai dunia sosial. Oleh karena itu, apa yang dinamakan lifeworld sesungguhnya dilandasi oleh pengetahuan dan ini selalu berkaitan dengan apa yang dinamakan dengan tipifikasi, karena tipifikasi ini merupakan komponen utama dari ilmu pengetahuan. Hanya saja Schutz membedakan antara ilmu (science) dengan ilmu sosial (social science) di mana di dalam fenomenologi konsep ilmu sosial selalu berkaitan dengan tipifikasi karena tipifikasi merupakan suatu fenomena atau gambaran nyata dari suatu objek ideal yang ‘berada di luar sana’


Tidak ada komentar:

Posting Komentar