ALFRED SCHUTZ
Schutz dan Fenomenologi Husserl
Schutz, yang lahir di Vienna tahun 1899 dan meninggal di New
York tahun 1959, sangat terpesona pada karya-karya Weber dan Husserl.
Teori-teorinya cenderung berciri Weberian, kental dengan ajarannya Weber, terutama
yang menyangkut action atau tindakan. Meskipun Schutz berkecimpung di dalam
dunia akademik dan banyak menghasilkan karya-karya sosiologi dan filosofi,
tetapi kalangan intelektual tetap menganggapnya sebagai seorang sosiolog yang
tanggung, karena teori-teori sosiologinya dianggap sangat abstrak dan tidak
relevan dengan realitas keseharian, yaitu kenyataan yang sesungguhnya dihadapi
manusia. Schutz memang pantas berutang budi pada Weber dan Husserl. Ia memang
berupaya keras untuk menjelaskan ajarannya Weber melalui fenomenologi yang
dikemukakan oleh Husserl. Bagi Schutz, pengetahuan yang diperoleh manusia itu
didapat melalui pengalaman inderawi semata dengan menggunakan ‘saringan’
kesadaran mental (mental consciousness). Demikian juga mengenai eksistensi
orang lain, termasuk di dalamnya berbagai nilai dan norma, serta semua benda
fisik, dapat diidentifikasi melalui berbagai pengalaman inderawi yang direkam
di dalam kesadaran manusia. Bila semua berdasarkan pemahaman dan kesadaran,
lalu bagaimana dengan eksistensi ilmu pengetahuan? Bagaimana mengukur
keberadaan dunia nyata ini? Bagaimana pula ilmu pengetahuan dapat mengukur
dunia nyata atau dunia keseharian? Berkaitan dengan hal itu, ada beberapa
pertanyaan fenomenologis yang sangat mendasar, yaitu apa sesungguhnya sesuatu
yang nyata itu? (What is real?), apa yang sebenarnya yang ada di dunia ini?
(What actually exists in the world?), dan apakah mungkin mengetahui sesuatu
yang ada itu? (How is it possible to know what exists?) Fenomenologi Schutz
memang condong ke arah sosiologi yang kajiannya memfokuskan kepada dunia sosial
yang mempertemukan ajaran Weber dengan konsep Husserl, di mana
intersubjektivitas atau realitas subjektif yang tercipta dalam interaksi
individu dianggapnya unsur yang paling penting di dalam realitas sosial.
Sekali lagi, Schutz memang berhutang budi pada Husserl dan Weber, di mana
atas jasa kedua orang itu Schutz dapat ‘mengawinkan’ antara fenomenologi
transendental Husserl dengan konsepnya Weber mengenai verstehen. Konsep Schutz
mengenai dunia sosial sesungguhnya dilandasi oleh kesadaran (consciousness)
karena menurutnya di dalam kesadaran itu terdapat hubungan antara orang
(orang-orang) dengan objek-objek. Dengan kesadaran itu pulalah kita dapat
memberi makna atas berbagai objek yang ada. Tindakan sosial yang dimaksudkan
oleh Schutz sebenarnya merujuk kepada konsepnya Weber dan sementara itu konsep
intersubjektivitas Husserl juga sangat kental terasa. Di mana
intersubjektivitas dianggap oleh Schutz sebagai suatu konsep atau model yang
ideal yang menggambarkan pengetahuan atau pengalaman kita di dalam dunia
keseharian. Bagi Schutz memang pengetahuan mengenai dunia sosial itu merupakan
pengetahuan yang sifatnya inderawi belaka dan tidak lengkap, tidak akan pernah utuh,
karena kemampuan indera manusia dalam menyerap pengetahuan itu memang memiliki
keterbatasan. Fenomenologi memang memfokuskan pada pemahaman dan pemberian
makna atas berbagai tindakan yang dilakukan seseorang atau orang lain di dalam
kehidupan keseharian sehingga fenomenologi memang merupakan pengetahuan yang
sangat praktis serta bukan merupakan pengetahuan yang sifatnya intuitif dan
metafisis. Sosiologi memang termasuk ke dalam pengetahuan yang sifatnya praktis
tadi karena sosiologi dapat memberikan penjelasan mengenai dunia sosial. Oleh
karena itu, apa yang dinamakan lifeworld sesungguhnya dilandasi oleh
pengetahuan dan ini selalu berkaitan dengan apa yang dinamakan dengan
tipifikasi, karena tipifikasi ini merupakan komponen utama dari ilmu pengetahuan.
Hanya saja Schutz membedakan antara ilmu (science) dengan ilmu sosial (social
science) di mana di dalam fenomenologi konsep ilmu sosial selalu berkaitan
dengan tipifikasi karena tipifikasi merupakan suatu fenomena atau gambaran
nyata dari suatu objek ideal yang ‘berada di luar sana’
Tidak ada komentar:
Posting Komentar